Categories
Pendidikan

Tinjauan tentang Revitalisasi

Tinjauan tentang Revitalisasi

Tinjauan tentang Revitalisasi

Pengertian Revitalisasi

Revitalisasi telah mengalami kemunduran dengan menggabungkan fungsi-fungsi baru yang dulunya vital bagi kehidupan tetapi dapat memberikan kehidupan kedua untuk bangunan atau situs bersejarah.

Proses menghidupkan kembali bagian atau bagian dari kota melibatkan peningkatan aspek fisik dan ekonomi bangunan dan daerah perkotaan. Merangsang aspek fisik adalah strategi jangka pendek yang bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi jangka panjang. Revitalisasi aspek fisik diyakini meningkatkan kondisi fisik kota (termasuk ruang publik), tetapi tidak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, masih perlu untuk meningkatkan dan meningkatkan kegiatan ekonomi (kebangkitan ekonomi), yang mengekspresikan aspek sosial-budaya dan lingkungan (tujuan lingkungan). Ini mutlak diperlukan, karena diharapkan berkat penggunaan yang efisien, mekanisme pemeliharaan dan kontrol akan berlanjut untuk keberadaan fasilitas dan infrastruktur perkotaan.

Manfaat

Revitalisasi

Revitalisasi dilakukan dengan tujuan dan sasaran tertentu, yang pasti bermanfaat bagi berbagai pihak. Beberapa contoh keunggulannya.
· Manfaat bagi Pemerintah
– Aset budaya dilindungi
– Pembentukan tempat-tempat budaya baru
– Mendorong rasa komitmen masyarakat terhadap bangunan atau situs bersejarah

Manfaat Umum
– Budaya dan karakter lokal dapat dilestarikan
– Peluang untuk memperbaiki kondisi kota
– Sumber daya budaya baru untuk hiburan dan pendidikan bagi masyarakat
– Meningkatkan kesadaran publik akan warisan budaya

Manfaat Sektor Ekonomi
– Kesempatan kerja
– Kesempatan kerja
– Sumber daya pariwisata baru
– Penggunaan sumber daya tanah yang lebih baik

 

Tahapan Revitalisasi

Sebagai serangkaian upaya dari kegiatan yang sangat kompleks, menurut Piagam Burra (2013), proses revitalisasi berlangsung dalam beberapa tahap:

a. Memahami pentingnya
Ketahui tempatnya
– Menentukan tempat dan area
– Riwayat penelitian, fungsi, hubungan, dan materi

· Mengevaluasi pentingnya budaya
– Pelajari semua nilai menggunakan kriteria yang tepat

b. Pengembangan kebijakan
Identifikasi semua faktor dan masalah
– Penentuan liabilitas yang timbul dari makna yang signifikan
– Identifikasi kemungkinan kebutuhan, sumber daya, peluang dan hambatan

· Memperbaiki pengaturan kebijakan
Mempersiapkan rencana manajemen
– Mengidentifikasi prioritas, sumber daya, kewajiban, dan manajemen waktu
– Meningkatkan tindakan aplikasi

c. Kelola menurut kebijakan (kelola dengan kebijakan)
· Implementasi rencana manajemen
· Mengawasi dan mengevaluasi hasil perencanaan

 

Pentingnya Objek, Area dan Wilayah Warisan Budaya

Untuk menyederhanakan penerapan konsep konservasi, diperlukan kriteria untuk mengevaluasi bangunan dan area yang akan dilindungi. Kriteria evaluasi meliputi:
a. Estetika: dengan nilai keindahan arsitektur, terutama dari segi penampilan di luar gedung, yaitu:
– Bentuk (sesuai dengan fungsi bangunan)
– Struktur (disorot sebagai nilai estetika)
– Ornamen (mendukung gaya arsitektur bangunan)
b. Kesamaan: mewakili kelas bermain peran atau jenis bangunan pribadi
c. kelaparan
– Berdasarkan kelangkaan bangunan
– Berdasarkan nilai historis dalam bangunan
– Berdasarkan ornamen langka di gedung
d. keistimewaan
– Tingkat kerusakan
– Persentase bangunan yang tersisa
– Bersih (Tidak cukup bersih / Cukup bersih / Bersih)
e. Peran sejarah
– Sejarah Pengembangan Arsitektur
– Sejarah Pengembangan Kota
– Sejarah Perjuangan Bangsa
f. Memperkuat Area: dapat memengaruhi atau memengaruhi potensi atau kualitas lingkungan

 

Penerapan Perlindungan Revitalisasi Bangunan

Implementasi pelestarian animasi akan disesuaikan dengan kondisi bangunan lama. Sebelum melindungi, lebih baik mengidentifikasi bangunan lama untuk dievaluasi. Masalah-masalah ini kemudian dijelaskan berdasarkan komponen yang akan diatur dalam merangsang perlindungan. Setelah itu, aturan dan tujuan dasar akan dibuat untuk merangsang perlindungan. Implementasi pelestarian animasi dibagi menjadi beberapa tingkatan, tergantung pada keadaan masing-masing komponen dalam bangunan, yaitu:

  • Pemeliharaan dan pemeliharaan komponen yang diatur dalam bangunan tua, yang sangat efektif pada karakter dan kondisi bangunan, masih bagus.
  • Memperbaiki komponen pada bangunan tua yang kondisinya rusak sesuai dengan bentuk aslinya.
  • Ganti variabel yang ditetapkan di gedung yang rusak dan tua yang tidak dapat diperbaiki sesuai dengan kondisi aslinya.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/