Categories
Pendidikan

Kegemukan ( Obesitas ) Penyebab Rematik Lutut

Kegemukan ( Obesitas ) Penyebab Rematik Lutut

Penyebab Rematik Lutut

Kelebihan berat badan dan kegemukan (obesitas) dapat menyebabkan sakit lutut

Pada tubuh manusia, beban berat badan terutama ditanggung oleh tulang-tulang belakang daerah punggung bawah, sendi panggul/pinggul, sendi lutut, sendi pergelangan kaki, dan tulang tumit.

Jadi, sendi lutut termasuk salah satu sendi yang sering menanggung / menahan beban berat badan kita, terutama pada saat berdiri, saat akan duduk, saat akan bangun dari duduk, saat akan berjongkok, saat akan bangun dari berjongkok, saat akan berlutut / bersujud, saat akan bangun dari berlutut / bersujud, saat berjalan, saat berlari, saat berjalan mendaki, saat menapaki anak tangga, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kelebihan berat badan dan kegemukan (obesitas) dapat menyebabkan sakit lutut karena adanya beban atau tekanan berlebihan yang harus ditanggung / ditahan oleh sendi lutut. Jika kita perhatikan orang-orang gemuk dalam keluarga besar kita, orang-orang gemuk di sekitar kita, yang belum termasuk usia lanjut ; maka kita akan menemukan fakta bahwa banyak di antara mereka yang mengalami keluhan sakit lutut semata-mata karena kegemukannya, bukan karena asam uratnya. Tentu saja orang gemuk juga cenderung menderita kelebihan kadar asam urat, tapi sakit lutut yang dialaminya belum tentu karena asam uratnya. Seseorang yang kegemukan ( tapi belum berusia lanjut ) bisa saja mengalami sakit lutut karena kegemukannya, atau karena asam uratnya, atau karena kegemukan dan asam uratnya. Untuk kasus sakit/nyeri lutut karena kegemukan, menurunkan berat badan menjadi keharusan.

 

Berat badan ideal orang dewasa ( dalam satuan kilogram ) dapat dihitung secara sederhana dengan rumus :

[ Tinggi badan ( cm ) – 100 ] – 10%

atau

0,9 x [ Tinggi badan (cm ) – 100 ]

.
Asam Urat ( Uric Acid )

Peradangan sendi akibat asam urat disebut arthritis gout (Gouty Arthritis). Kadar asam urat (uric acid) dalam darah berfluktuasi (naik-turun) sepanjang hari tergantung dari makanan dan aktifitas fisik. Kelebihan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dapat menimbulkan sakit lutut karena kristal asam urat mengendap / tertimbun di dalam urat dan jaringan lunak di bawah kulit. Timbunan atau endapan kristal asam urat inilah yang menimbulkan tanda-tanda peradangan seperti rasa sakit, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada urat / sendi lutut.

Foto sendi lutut yang mengalami peradangan akibat asam urat atau arthritis gout.

Jika hiperurisemia berlangsung untuk jangka waktu yang lama (kronis), endapan di dalam urat akan membentuk tonjolan di bawah kulit di daerah urat yang bersangkutan, yang dalam bahasa medis disebut ” tophus / tophi “.

 

Bagian tubuh dan sendi yang cenderung menderita asam urat adalah :

  • Pangkal jari-jari kaki dan pangkal jari-jari tangan
  • Pergelangan kaki dan pergelangan tangan
  • Punggung kaki dan punggung tangan
  • Sendi siku lengan
  • Sendi lutut
  • Betis

Keluhan sakit / nyeri lutut akibat asam urat cenderung bersifat menetap. Artinya, walaupun sendi yang terlibat kita istirahatkan / diamkan, sakitnya cenderung tidak menghilang, terutama selama kadar asam uratnya masih tinggi. Dibandingkan dengan sakit lutut karena pengapuran, sakit lutut karena asam urat umumnya lebih cepat mereda / menghilang jika diobati dengan pereda sakit.

 

Penyebab utama kelebihan kadar asam urat

adalah kebiasaan / kelebihan konsumsi makanan berprotein tinggi – terutama protein golongan purin (purine) ; oleh karena itu, asam urat dapat diderita oleh anak-anak remaja sampai usia lanjut.

Kadar normal asam urat dalam darah adalah 3,5 – 6,5 mg/dl , maksimal 7 mg/dl. Di Indonesia saat ini (2013), biaya pemeriksaan kadar asam urat di fasilitas laboratorium swasta berkisar antara Rp 30.000,- sampai Rp 40.000,-

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/